Kamis, 09 Juni 2016

Motivasi Dari Petani Kurma

Assalamualaikum sobat adsosial.........
Gmn kabarnya nih?? Lancar?sehat? Alhamdulillah semoga sehat selalu ya...

Bicara mengenai buah kurma, pasti sudah tidak asing lagi di telinga sobat kan,,, Yap, buah kurma buah yang terkenal dari tanah Arab, hidup di tanah gurun pasir, menjadi primadona saat bulan puasa saat ini, yang konon katanya terkandung berbagai manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita.
Tapi taukah sobat tentang bagaimana cara para petani kurma menanam ataupun bertani kurma? Padahal di gurun pasir yang sangat panas, yang tanahnya bukan seperti di Indonesia (tongkat kayu dan batu jadi tanaman), sehingga jika bibit ditanam di gurun pasir tersebut maka saat badai pasir terjadi bibit-bibit tersebut akan tersapu oleh kencangnya Sapuan badai... eitss tapi para petani kurma di Arab punya cara tersendiri supaya badai tidak menyapu bersih bibit-bibit kurma tersebut, bagaimana caranya??
Ternyata para petani kurma di Arab meletakkan batu di atas tanah/pasir yang sudah diberi bibit/biji kurma tersebut. Hal ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi kita orang Indonesia, kenapa kok diberi batu sih?? Apa nanti bibitnya gak akan mati??? 
Dan ternyata tujuan dari diletakkannya batu tersebut tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk memaksa bibit kurma tersebut supaya memiliki akar yang menancap kuat kedalam tanah. Nah, setelah menancap kuat ketanah, barulah kemudian bibit kurma tersebut mampu tumbuh keatas dan mampu menggulingkan batu yang ada di atasnya.... wow ternyata.....

Sobat adsosial, kita bisa mengambil hikmah dari petani kurma di atas. Bahwa kita hidup di dunia, senantiasa mempunyai suatu masalah.
Pernahkah kita merasa bahwa; waduh berat banget sih masalahku, kenapa gak selesai-selesai ya masalahnya..... seakan akan sudah tidak mampu lagi menahan beban masalah yang ditanggung,,,
Tapi sobat, ingatlah selalu bahwasanya Allah memberikan kita masalah bukan bertujuan untuk menjatuhkan kita, bukan semata-mata untuk menimpakan ciptaannya dengan sebuah masalah yang tidak dapat kita tangani. Allah menimpakan sebuah masalah kepada kita hanya untuk menjadikan kita lebih kuat menghadapi kerasnya dunia, Allah memberikan cobaannya agar kita mampu naik ke level manusia yang lebih tinggi yaitu manusia yang bertakwa, yang selalu ingat terhadap Allah. Allah tidak akan memberikan cobaan yang melampaui kekuatan hamba-hamba nya......
Layaknya petani kurma di atas, bibit kurma ditimpakan diatasnya batu bukan berarti si petani tidak ingin bibitnya tumbuh, melainkan agar akarnya tumbuh kedalam dan menancap kuat ketanah dan barulah bibit kurma tersebut tumbuh keatas mampu menggulingkan batu yang ada diatasnya, sehingga bibit kurma tersebut mampu melawan Sapuan badai pasir yang menerjangnya. Tidak mungkin si petani kurma tersebut menimpakan batu yang beratnya melebihi batas kekuatan sebuah bibit kurma...
Jadi sobat adsosial,,, Allah senantiasa memberikan cobaan yang mampu untuk diselesaikan hamba-hamba nya, karena Allah ingin kita menjadi manusia yang lebih baik dari pada yang sebelumnya........


Itulah sobat, pelajaran yang bisa kita petik  dari petani kurma, semoga tulisan saya yang sederhana ini bisa memberikan motivasi hidup bagi sobat sekalian.. sekian dan
Wassalamu'alaikum......

Selasa, 07 Juni 2016

Tips Agar Amalan Bulan Ramadhan tidak Seperti Perosotan

Assalamualaikum sahabat adsosial, ini kali pertamanya saya nulis blog ya, jadi mohon maaf jika tulisan saya cukup semrawutan..


Oke.. untuk tulisan pertama kali ini adsosial akan berbagi sedikit ilmu tentang bulan ini. Yup.. betul sekali "bulan Ramadhan "
Memasuki awal-awal puasa ini pastilah banyak umat muslim berbondong-bondong pergi ke masjid, tarawih berjamaah, baca Al-Quran sehari minimal 1 juz dan amalan-amalan yang bisa dibilang berat dilakukan ketika bulan-bulan sebelumnya. Tapi terkadang, kebanyakan orang hanya semangat di awal Ramadhan saja dan di hari-hari terakhir justru malah "down" amalannya, dari yang semula sholat tarawih setiap hari, baca Al-Quran setiap hari, bahkan sampai ada yang iktikaf (berdiam diri di masjid) tetapi justru sedikit demi sedikit di tinggalkan....Nah berikut ini adsosial akan berbagi tips agar ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini tidak seperti perosotan (awal naik akhirnya turun).
1. Perencanaan
Melalui perencanaan kita bisa menyusun hal-hal apa saja yang akan kita lakukan selama bulan Ramadhan ini secara detail tiap harinya. Mungkin seringkali kebanyakan orang menyepelekan perencanaan, terlebih perencanaan untuk bulan Ramadhan. Entah kayak anak kecil lah,, masak kaya bocah tiap hari harus centang-centang kegiatan Ramadhan?? Dll. Tapi jika sobat ingin amalan di bulan Ramadhan tidak kayak perosotan yang awalnya naik kemudian turun bebas, maka saya anjurkan untuk mulai membuat perencanaan tentang bulan Ramadhan ini. Nah, trus gmn? Kan ini sudah memasuki hari kedua Ramadhan?? Idealnya, memang perencanaan sebaiknya dibuat jauh-jauh hari sebelum hari yang direncanakan tiba.... eitss, tp belum terlambat kok untuk membuat perencanaan, jadi mulai buang rasa harga diri terhadap perencanaan dan buatlah sebuah komitmen tentang perencanaan tersebut....
Oke, hal terpenting dalam sebuah perencanaan adalah TUJUAN, ya bagaimana kita bisa buat rencana jika gak punya tujuan?? Nah pertama kita harus buat tujuan terlebih dahulu, kalo bisa tujuannya harus detail supaya kita selalu ingat akan tujuan tersebut. Contoh : selama bulan puasa ini saya akan meningkatkan ibadah saya, yaitu di ibadah puasa dan sholat (ingat ya tujuan sebaiknya di detailkan agar mudah untuk menyusun kegiatannya). Lalu kemudian tinggal susun deh kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung tujuan tersebut supaya tercapai, misal : pasang alarm setiap jam sholat, baca artikel tentang sholat dan puasa supaya sholat dan puasanya lebih baik dan diterima Allah, dll (tentunya kegiatan apapun asalkan mendukung tujuan tersebut). Tetapi kita juga harus ingat ya,,, Fitroh kita sebagai seorang manusia yang tercipta sebagai makhluk sosial, mentang-mentang pingin ibadah baik tetapi urusan dunia kita tinggalkan. Suruh sekolah tidak mau, suruh ibu beli beras gak mau dll, pokoknya antara dunia dan akhirat harus seimbang ya, jangan "menghalalkan segala cara" untuk mencapai tujuan.
2. Yang kedua, setelah kita menyusun rencana, seharusnya kita juga harus melaksanakannya, ibarat kita ingin makan tapi gak mau buka mulut kan aneh,,, hehehehe.... maka dari itu rencana yang kita buat haruslah di realisasikan. Sering kali dalam pelaksanaannya kita masih juga naik turun dalam menjalankan kegiatan yang sudah kita rencanakan tadi...Nah untuk menghindari hal tersebut sebaiknya sobat buat juga "aturan pelaksanaan" yaitu jika kita tidak melaksanakan hal yang sudah kita rencanakan maka buatlah sebuah hukuman terhadap diri kita sendiri, entah hukuman tidak jajan selama beberapa hari ataupun yang lainnya, tetapi jangan sampai melukai diri kita ya!!!. Dan sebaliknya juga jika kita melaksanakan rencana tersebut dengan baik maka berilah diri kamu sebuah hadiah, ingat "jangan terlalu mewah ya" yang penting bisa menyenangkan hati sobat, contoh: beli makanan yang sobat suka dll.


Nah itulah beberapa tips singkat yang bisa saya sampaikan. Good Luck dan selamat mencoba....
Wassalamu'alaikum...